Monday, 28 September 2020

PERAKITAN PRODUK

 


Setelah kemarin kita mempelajari mengenai produksi massal, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai penerapan proses produksi khususnya dalam bidang barang. Seperti yang sudah kita ketahui, jika setiap perusahaan pasti memiliki prosedur penerapan produksi yang berbeda-beda tentunya.

Sebelum kita ke pembahasan mengenai perakitan produk. Ada baiknya kita mengetahui apa pengertian dari perakitan produk itu sendiri.

Secara umum, pengertian Perakitan adalah proses penyusunan dan penyatuan bagian komponen menjadi alat atau mesin dengan fungsi tertentu. Pada prinsipnya, perakitan khususnya dalam proses manufaktur terdiri atas pasangan seluruh bagian komponen ke dalam suatu produk, proses pengencangan, inspeksi dan pengujian fungsional, pemberian nama atau label, pemisahan hasil perakitan yang baik dan hasil perakitan yang buruk, serta pengepakan dan penyiapan untuk pemakaian akhir.

Metode perakitan dalam produksi massal dapat dilakukan menggunakan berbagai cara salah satunya dilakukan secara otomatis. Namun disamping itu terdapat 3 metode yang bisa dipakai sesuai dengan kebutuhan, seperti:

1.       Perakitan Yang Ditukar-Tukar

Dalam metode ini, terdapat bagian yang akan dirakit yang ditukarkan satu sama lain, alasannya karena bagian ini dibuat oleh suatu pabrik secara massal dan sudah distandarkan baik berdasarkan itu pada ISO, DIN, JIS, dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat keuntungan dengan memakai bagian atau komponen yang telah distandarkan adalah waktu perakitan komponen yang lebih cepat dan dalam penggantian komponen yang rusak dapat diganti dengan komponen yang sejenis yang ada di pasaran. Akan tetapi tetap memiliki kerugian sebagaimana harus membeli komponen itu dengan harga yang relatif lebih mahal.

2.       Perakitan Dengan Pemilihan

Sedangkan untuk metode perakitan ini, diketahui komponen-komponennya berasal dari produksi massal. Akan tetapi, metode ini mempunyai pengukuran-pengukurannya tersendiri menurut batasan-batasan ukuran.

3.       Perakitan Secara Individual

Perakitan secara individual dalam pengerjaannya tidak dapat kita pisahkan antara pasangan satu dengan pasangannya. karena dalam pengerjaannya harus berurutan tergantung bagian yang sebelumnya. Salah satu komponen yang berpasangan tersebut kita selesaikan terlebih dahulu, kemudian pasangan lainnya menyusul dengan ukuran patokan yang diambil dari komponen yang pertama.

 

Selain itu, secara umum jenis perakitan dibagi menjadi 2 yaitu:

1.   Perakitan manual, merupakan perakitan yang sebagian besar proses dikerjakan secara konvensional atau menggunakan tenaga manusia dengan peralatan yang sederhana tanpa alat-alat bantu yang spesifik atau khusus.

2.     Perakitan otomatis, merupakan perakitan yang dikerjakan dengan sistem otomatis seperti otomasi, elektronik, mekanik, gabungan mekanik dan elektronik (mekatronik), dan membutuhkan alat bantu yang lebih khusus.

 

Sebelum produk dipasarkan ke khalayak, terdapat suatu proses yang disebut sebagai proses manufaktur, yaitu proses yang memiliki banyak langkah dan tingkatan, mulai dari segi konsep produk hingga proses produksi massal. Proses tersebut harus dijalankan dengan sempurna dan tanpa kesalahan sedikitpun. Proses manufaktur produk perangkat keras adalah proses yang tidak mudah, meskipun saat ini sudah berkemabng alat-alat seperti Arduino (alat pencipta prototype) dan printer 3 dimensi yang dapat mempermudah sebuah perusahaan dalam membuat kegiatan manufaktur terasa mudah. Biasanya proses yang dibutuhkan untuk membangun prototype sampai menuju fase produksi massal membutuhkan waktu kisaran 4-5 minggu. Disini kita ambil contoh produksi pada produk barang yaitu hardware komputer.

 

PAda setiap perusahan perangkat keras menamai proses produksi pada produk perangkat keras dengan nama yang berbeda-beda, namun nama-nama terssebut dapat kita kerucutkan menjadi proses-proses seperti berikut ini.

1.     Tooling

Dalam produksi perangkat keras yang menjadikan plasti sebagai salah satu komponen utama, maka mesin injeksi modling tentunya harus dimiliki setiap perusahaan perangkat keras. Pada proses injeksi modling, plastic cair yang diberi tekanan besar akan diletakan pada cetakan dari bahan metal sesuai dengan cetakan yang diinginkan oleh perusahaan. Selanjutnya plastic tersebut dikeluarkan dari cetakan ketika plastic tersebut mendingin dan mengeras.

2.     EVT (Engineering Validation Process)

EVT merupakan langkah untuk memperbaiki cetakan yang telah dilakukan pada fase tooling. Selain memperbaiki, cetakan tersebut akan mengalami uji coba. Pada bagian EVT ini adalah proses dimana perakitan dimulai dengan menggunakan bagian bagian asli dari si produk. Dari sinilah perusahaan akan mendapatkan kesan pertama dari produk tersebut, kesalahan-kesalahan apa saja yang masih ada pada produk tersebut yang selanjutnya akan menjalani proses perbaikan. Biasanya proses EVT ini akan memakan waktu kisaran 6 minggu.

3.     DVT (Design Validation Process)

Setelah kita melewati proses EVT dan sudah memastikan produk sudah berfungsi sebagai mestinya, maka proses selanjutnya yaitu DVT, merupakan fase dimana kita akan melakukan ulasan mengenai desain produk, melakukan uji coba tahap akhir dan menyusun rencana lini perakitan. Proses DVT ini sangat dibutuhkan dan kita tidak boleh meninggal proses DVT ini sampai kita benar-benar yakin mampu melakukan manufaktur dan lini perakitan atas komponen-komponen yang sudah lulus tes tahap awal sampai akhir. Pada proses ini akan melakukan produksi komponen dan perbaikan secara berulang-ulang. Biasanya proses ini sama seperti pada prose EVT yaitu membutuhkan waktu kisaran 6 minggu.

4.     PVT (Production Validation Test)

Setelah melewati kedua proses yaitu EVT dan DVT, proses selanjutnya yaitu PVT. Pada fase ini, kita sudah bisa melakukan produksi atas komponen yang sudah lulus uji. Dalam proses inii, yang mengalammi uji coba bukan produknya, melaikan perencanaan linni perakitan dan proses produksi. Pada fase PVT, kita harus mampu memperbaiki lini perakitan dan proses produksi. Kita harus mampu menentukan proses mana yang memerlukan cabang, kelemahan dari lini perakitan tertentu, dan lain-lain. Segala macam hambatan dalam lini perakitan dan proses produksi harus diselesaikan di dalam fase PVT ini.

 

 

Sumber :
- Jenis-jenis perakitan produk (https://artikelsiana.com/pengertian-perakitan-fungsi-metode-jenis-perakitan/)

-          Munas, Reham (2019). BMP Produk Kreatif dan Kewirausahaan kelas XII, Klaten: C.V Sinar Mandiri.

 

0 comments:

Post a Comment

Contact

Talk to us

Ledia blog merupakan blog yang berisi mengenai dunia komputer dan berbagai tutorial.

Address:

Jl. Abdul Fatah Kp. Cinangneng RT.04 RW.04 Desa Cinangneng Kec. Tenjolaya - Bogor

Work Time:

Senin s/d Jum'at, pukul 09.00 - 17.00 WIB

Phone:

0856-8081-581

Powered by Blogger.

Blogger templates

Pages

Blogroll

About