Setelah kemarin kita mempelajari mengenai produksi massal, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai penerapan proses produksi khususnya dalam bidang barang. Seperti yang sudah kita ketahui, jika setiap perusahaan pasti memiliki prosedur penerapan produksi yang berbeda-beda tentunya.
Sebelum kita ke pembahasan mengenai perakitan produk. Ada baiknya kita mengetahui apa pengertian dari perakitan produk itu sendiri.
Secara umum, pengertian Perakitan adalah proses penyusunan dan penyatuan bagian komponen menjadi alat atau mesin dengan fungsi tertentu. Pada prinsipnya, perakitan khususnya dalam proses manufaktur terdiri atas pasangan seluruh bagian komponen ke dalam suatu produk, proses pengencangan, inspeksi dan pengujian fungsional, pemberian nama atau label, pemisahan hasil perakitan yang baik dan hasil perakitan yang buruk, serta pengepakan dan penyiapan untuk pemakaian akhir.
Metode perakitan dalam
produksi massal dapat dilakukan menggunakan berbagai cara salah satunya dilakukan
secara otomatis. Namun disamping itu terdapat 3 metode yang
bisa dipakai sesuai dengan kebutuhan, seperti:
1. Perakitan Yang Ditukar-Tukar
Dalam metode ini, terdapat bagian yang
akan dirakit yang ditukarkan satu sama lain, alasannya karena bagian ini dibuat
oleh suatu pabrik secara massal dan sudah distandarkan baik berdasarkan itu
pada ISO, DIN, JIS, dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat keuntungan dengan
memakai bagian atau komponen yang telah distandarkan adalah waktu perakitan
komponen yang lebih cepat dan dalam penggantian komponen yang rusak dapat
diganti dengan komponen yang sejenis yang ada di pasaran. Akan tetapi tetap
memiliki kerugian sebagaimana harus membeli komponen itu dengan harga yang
relatif lebih mahal.
2.
Perakitan Dengan Pemilihan
Sedangkan untuk metode perakitan ini, diketahui
komponen-komponennya berasal dari produksi massal. Akan tetapi, metode ini
mempunyai pengukuran-pengukurannya tersendiri menurut batasan-batasan ukuran.
3.
Perakitan Secara Individual
Perakitan secara individual dalam pengerjaannya tidak dapat kita
pisahkan antara pasangan satu dengan pasangannya. karena dalam pengerjaannya
harus berurutan tergantung bagian yang sebelumnya. Salah satu komponen yang
berpasangan tersebut kita selesaikan terlebih dahulu, kemudian pasangan lainnya
menyusul dengan ukuran patokan yang diambil dari komponen yang pertama.
Selain itu, secara
umum jenis perakitan dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Perakitan manual, merupakan perakitan yang sebagian besar proses dikerjakan
secara konvensional atau menggunakan tenaga manusia dengan peralatan yang
sederhana tanpa alat-alat bantu yang spesifik atau khusus.
2. Perakitan otomatis, merupakan perakitan yang dikerjakan dengan sistem otomatis
seperti otomasi, elektronik, mekanik, gabungan mekanik dan elektronik
(mekatronik), dan membutuhkan alat bantu yang lebih khusus.
Sebelum produk
dipasarkan ke khalayak, terdapat suatu proses yang disebut sebagai proses
manufaktur, yaitu proses yang memiliki banyak langkah dan tingkatan, mulai dari
segi konsep produk hingga proses produksi massal. Proses tersebut harus
dijalankan dengan sempurna dan tanpa kesalahan sedikitpun. Proses manufaktur
produk perangkat keras adalah proses yang tidak mudah, meskipun saat ini sudah
berkemabng alat-alat seperti Arduino (alat pencipta prototype) dan printer 3
dimensi yang dapat mempermudah sebuah perusahaan dalam membuat kegiatan
manufaktur terasa mudah. Biasanya proses yang dibutuhkan untuk membangun
prototype sampai menuju fase produksi massal membutuhkan waktu kisaran 4-5
minggu. Disini kita ambil contoh produksi pada produk barang yaitu hardware
komputer.
PAda setiap perusahan
perangkat keras menamai proses produksi pada produk perangkat keras dengan nama
yang berbeda-beda, namun nama-nama terssebut dapat kita kerucutkan menjadi
proses-proses seperti berikut ini.
1.
Tooling
Dalam
produksi perangkat keras yang menjadikan plasti sebagai salah satu komponen
utama, maka mesin injeksi modling tentunya harus dimiliki setiap perusahaan
perangkat keras. Pada proses injeksi modling, plastic cair yang diberi tekanan
besar akan diletakan pada cetakan dari bahan metal sesuai dengan cetakan yang
diinginkan oleh perusahaan. Selanjutnya plastic tersebut dikeluarkan dari
cetakan ketika plastic tersebut mendingin dan mengeras.
2.
EVT (Engineering Validation
Process)
EVT
merupakan langkah untuk memperbaiki cetakan yang telah dilakukan pada fase
tooling. Selain memperbaiki, cetakan tersebut akan mengalami uji coba. Pada
bagian EVT ini adalah proses dimana perakitan dimulai dengan menggunakan bagian
bagian asli dari si produk. Dari sinilah perusahaan akan mendapatkan kesan
pertama dari produk tersebut, kesalahan-kesalahan apa saja yang masih ada pada
produk tersebut yang selanjutnya akan menjalani proses perbaikan. Biasanya
proses EVT ini akan memakan waktu kisaran 6 minggu.
3.
DVT (Design Validation Process)
Setelah
kita melewati proses EVT dan sudah memastikan produk sudah berfungsi sebagai
mestinya, maka proses selanjutnya yaitu DVT, merupakan fase dimana kita akan
melakukan ulasan mengenai desain produk, melakukan uji coba tahap akhir dan
menyusun rencana lini perakitan. Proses DVT ini sangat dibutuhkan dan kita
tidak boleh meninggal proses DVT ini sampai kita benar-benar yakin mampu
melakukan manufaktur dan lini perakitan atas komponen-komponen yang sudah lulus
tes tahap awal sampai akhir. Pada proses ini akan melakukan produksi komponen
dan perbaikan secara berulang-ulang. Biasanya proses ini sama seperti pada
prose EVT yaitu membutuhkan waktu kisaran 6 minggu.
4.
PVT (Production Validation Test)
Setelah
melewati kedua proses yaitu EVT dan DVT, proses selanjutnya yaitu PVT. Pada
fase ini, kita sudah bisa melakukan produksi atas komponen yang sudah lulus
uji. Dalam proses inii, yang mengalammi uji coba bukan produknya, melaikan
perencanaan linni perakitan dan proses produksi. Pada fase PVT, kita harus
mampu memperbaiki lini perakitan dan proses produksi. Kita harus mampu
menentukan proses mana yang memerlukan cabang, kelemahan dari lini perakitan
tertentu, dan lain-lain. Segala macam hambatan dalam lini perakitan dan proses
produksi harus diselesaikan di dalam fase PVT ini.
Sumber :
- Jenis-jenis perakitan produk (https://artikelsiana.com/pengertian-perakitan-fungsi-metode-jenis-perakitan/)
-
Munas, Reham (2019). BMP Produk Kreatif dan
Kewirausahaan kelas XII, Klaten: C.V Sinar Mandiri.

0 comments:
Post a Comment