Sejarah Linux
Pada akhir tahun 1991,
“Linux” mulai dikenal oleh kalangan pengguna internet. Saat itu kehadirah Linux
masih belum menarik perhatian banyak orang, apalagi mengusik raksasa software
dunia sekelas Mircosoft, Borland, Apple, Novell, dan lain-lain. Sebelum lebih
lanjut kita lihat sekilas sejarah perkembangan UNIX yang menjadi cikal bakal
Linux. UNIX adalah salah satu sistem operasi dari sekian banyak pilihan yang
ada. Beberapa nama sistem operasi yang popular diantaranya: DOS, Windows
9x/NT/Me/2000/XP, Novell, OS/2, BeOS, MacOS, dan masih banyak lagi.
Sejarah UNIX dimulai
padda tahun 1965 ketika itu para ahli dari Bell Labs, sebuah laboratorium milik
AT&T bekerja sama dengan MIT dan General Electric membuat sistem operasi
bernama Multics. Multics didesain dengan beberapa keunggulan seperti multiuser,
multiprocessor, dan multilevel (hirarki) filesistem. Akan tetapi pada tahun
1969, AT&T akhirnya menghentikan proyek pembuatan Multics, karena Multics
dianggap sudah tidak sesuai dengan
harapan semula serta sulit dioperasikan.
Beberapa program Bell
Labs yang terlibat dalam pembuatan Multics, yaitu Ken Thompson, Dennis Ritchie,
Rudd Canaday, dan Doug Mcllroy, secara tidak resmi melanjutkan pembuatan
generasi baru Multics. Akhirnya pada bulan Januari 1970, lahirlah sebuah sistem
operasi baru yang diberi nama UNIX. UNIX memiliki banyak keunggulan
dibandingkan dengan Multics. Nama UNIX diberikan oleh Brian Kernighan untuk
memberi penegasan bahwa UNIX bukanlah Multics. UNIX memiliki keunggulan sebagai
berikut:
1.
Multilevel (hirarki) filesistem
2.
Multiuser
3.
Multiprocessor
4.
Disain arsitektur yang independen
terhadap suatu hardware
5.
Berbagai device dapat dianggap sebagai
file khusus
6.
Memiliki user interface yang sederhana
7.
Cocok utnuk lingkungan pemograman
8.
Memiliki berbagai utilitas yang dapat
saling dihubungkan
Pada tahun 1971, UNIX
dapat berjalan pada computer PDP-11 yang memiliki 16 Kbyte dan sebuah harddisk
berukuran 512 Kbyte. Pada waktu itu source code UNIX masih ditulis dalam bahasa
mesin (assambier). Kemudian pada tahun 1973 source code UNIX diulis ulang ke
dalam bahasa C yang dibuat oleh Dennis Ritchies.
Bahas C didesain
multiplatform dan bersifat fleksibel. Setahun kemudian Thompson dan Ritchie
mempublikasikan sebuah paper tentang UNIX, da nada lebih 250 vaian UNIX telah
dikembangkan ke berbagai jenis computer. Da yang bersifat komersial da nada
juga yang bersifat free. Beberpa varian UNIX yang popular diantaranya: BSD 4.1
(1980), SunOS, BSD 4.2, SysV (1983), UnixWare dan Soliris 2 (1988), dan X/OPEN
(1994). Sedangkan system operasi UNIX yang dikembangkan dengan open source atau
free diantaranya: FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Minix, Hurd. Kemudian pada tahun
1994 Santa Cruz Operations dan Hawlett-Packard mengumumkan akan membuat sebuah
operasi UNIX 64.
Nah lalu apa itu Linux
? Linux adalah sistem operasi yang cara kerja maupun style-nya mirip UNIX,
Linux mula-mula dibuat oleh mahasiswa dari Universitas Helsinki di Finlandia
bernama Linus Torvalds. Linus membuat sistem operasi sendiri yang mirip dengan
Minix. Minix merupakan salah satu jenis UNIX yang dibuat untuk keperluan
pendidikan dan pengajaran. Linus mulai mengembangkan sistem operasi untuk komputer
IBM PC kompatibel pada bulan Agustus 1991. Sistem operasi buatannya kemudian
diberi versi 0.01. Pada tanggal 5 Oktober 1991, secara resmi Linus mengumumkan
versi Linux 0.02 di Internet. Saat itu Linux hanya dapat menjalankan shell bash yang lengkap dengan source
code-nya.
Linux bersifat open
source dan lisensinya adalah GNU (General Public License(GPL)). GNU berada
dibawah pengawasan Free Software Foundations, source code dari
aplikasi-aplikasi GNU boleh didistribusikan secara bebas oleh siapapun. Hingga
saat ini telah berkembang berbagai varian atau distro Linux, seerti: Mandrake,
Debian, RedHat, Slackware, SuSE, WinLinux2000, MkLinux, LinuxPPC, Yellowdog,
dan masih banyak lagi.
Pada mulanya Linux
hanya dapat menjalankan sebuah shell bernama bash, setelah mendapat dukungan
dari berbagai kalangan, kini Linux tersedia ribuan aplikasi baik untuk mode
teks maupun mode grafis. Sebagian besar aplikasi Linux bersifat open source.
Fasilitas grafis di Linux memanfaatkan X window ( Bukan windows) yang mula-mula
dikembangakan oleh MIT. Sehingga pengguna Linux dapat mengoperasikan komputer
menggunakan mouse seperti yang biasa dilakukan oleh pengguna Windows atau Mac
OS.
Pada mulanya Linux
hanya dapat dijalankan pada komputer yang menggunakan processor Intel 336.
Peripheral yang didukung masih terbatas, Linux hanya mengenali harddisk IDE,
keyboard standard an monitor standar. Belum ada dukungan untuk printer,
scanner, TV Tuner, sound card, modem, MP3 Player, flash disk dan sebgainya.
Setelah lebih dari
sepuluh tahun berlalu, kemudian Linux dapat mengenali alat input/output, disk,
Ethernet card, sound card, dan peralatan lain yang popular. Dengan demikian
Linux dijadikan sebagai sebuah sistem operasi alternative pengganti Windows,
bahkan sebagian besar aplikasi Windows dapat digantikan dengan aplikasi Linux.
Dari segi kualitas tidak kalah bagus dengan aplikasi Windows. Saat ini Linux
cenderung mengarah menjadi sebuah sistem operasi desktop, Linux semakin cantik,
userfriendly, easy-to-usedan nyaman dipakai.
Referensi: (Iwan Sofana (Buku) Mudah
Belajar Linux)