Pada dasarnya Algoritma dengan logika sangat erat kaitannya. Logika identik dengan masuk akal dan penalaran. Setiap menusia merupakan makhluk yang mampu berpikir dan menalar dengan baik. Dalam setiap keadaan, seorang manusia membutuhkan pola pikir yang logis (benar/masuk akal).
Logika sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu kata logos yang berarti ilmu atau hasil nalar yang diutarakan dalam kata dan dinyatakan dalam bahasa. Definisi logika yaitu ilmu yang mengajarkan cara berpikir untuk melakukan kegiatan dengan tujuan tertentu. Dalam kehidupan manusia, logika sangat dibutukan, karena setiap manusia membutuhkan keterampilan bernalar yang logis agar dapat menghasilkan kesimpulan yang benar. Adapun manfaat yang didapat setelah mempelajari logika, yaitu :
-
Menjaga supaya kita selalu berpikir
dengan benar sesuai asas-asas sistematis.
-
Membuat daya pikir menjadi lebih tajam
dan menjadikannya lebih berkembang.
-
Membuat setiap orang berpikir cermat,
objektif, dan efektif dalam berkomunikasi.
-
Meningkatkan cinta kebenaran dan
menghindari kesesatan bernalar.
INPUT
:
Suatu algoritma bisa menerima masukan dari pengguna atau bahkan tidak sama
sekali.
OUTPUT
:
Algooritma yang baik harus mempunyai minimal sebuah output.
DEFINITENESS
: Algoritma memiliki instruksi-instrusi yang jelas.
FINITENESS
:
Suatu algoritma harus memiliki tiitik henti (stopping rule).
EFEKTIVENESS
:
Algoritma perlu berjalan dengan efektif dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
adapun sifat dari Algoritma sebagai
berikut :
-
Tidak menggunakan symbol atau sintaks
dari suatu bahasa pemograman tertentu.
-
Tidak tergantung pada suatu bahasa
pemrograman tertentu.
-
Notasi-notasinya dapat digunakan untuk bahasa
manapun
-
Algoritma dapat digunakan untuk
merepresentasikan suatu urutan kejadian secara logis dan dapat diterapkan di
semua kejadian sehari-hari.
1. Runtunan (Sequence)
Sebuah runtunan terdiri atas satu
atau lebih instruksi. Tiap instruksi dikerjakan secara berurutan sesuai dengan
urutan penulisannya, yakni sebuah instruksi dilaksanakan setelah instruksi
sebelumnya selesai dikerjakan. Urutan dari instruksi menentukan hasil akhir
dari suatu algoritma. Bila urutan penulisan berubah maka mungkin juga hasil
akhirnya berubah.
2. Pemilihan (Selection)
Pada umumnya dalam sebuah instruksi
algoritma setidaknya akan terdapat dua pemilihan, instruksi ini akan muncul
ketika terdapat kasus 2 atau lebih
alternative penyelesian.
3.
Pengulangan (Repetition)
Pada struktur algoritma pengulangan
merupakan kasus-kasus pemecahan maslaah dalam algoritma maupun bahasa
pemograman pada kenyataannya tidak akan lepas dari kasus-kasus yang membutuhkan
pengulangan.
Contoh penggunaan Algoritma :
Diberikan dua buah
gelas A dan B. Gelas A berisi air Teh
dan gelas B berisi air kopi. Tukarlah isis dari dua buah gelas tersebut
sehingga menghasilkan gelas A yang sebelumnya berisi air Teh menjadi gelas
berisi air Kopi, dan sebaliknya gelas B yang sebelumnya berisi air Kopi menjadi
gelas berisi air Teh.
Cara
penyelesaian menggunakan Algoritma :
a. Siapkan
gelas cadangan C.
b. Tuangkan
air Teh dari gelas A ke dalam gelas C (gelas A menjadi kosong).
c. Tuangkan
air Kopi dari gelas B ke dalam gelas A (gelas B menjadi kosong).
d. Tuangkan
air Teh dari gelas C ke dalam gelas B.
0 comments:
Post a Comment